16.Aug.2018

13 Pantangan Ini Jadi Turun Temurun di Indonesia


Sejak kecil, masyarakat Indonesia selalu diajarkan mengenai beberapa pantangan atau pamali dari orang tua kita. Bener nggak, Aladiners?

0
0
0

Pantangan atau pamali itu sendiri adalah suatu kepercayaan yang berisi perintah dan larangan yang diajarkan dari masa lalu, dimana jika kita melanggarnya dipercayai akan terjadi hal-hal negatif pada diri kita. Berikut ini pantangan-pantangan yang paling lazim diturunkan oleh orang tua ke anaknya!

1. Pantangan Untuk Tidak Membuang Sisa Makanan

sumber foto: diambil dari onegreenplanet.org dengan beberapa perubahan

Ini jadi hal yang paling umum diceritain sama orang tua. Setiap makan, kita harus menghabiskannya dan jangan sampai ada yang dibuang meskipun cuma sebutir nasi. Banyak hal-hal negatif yang dipercaya bakal menimpa kita seperti kesulitan dalam hal finansial karena membuang rejeki atau ada bentrokan keluarga secara beruntun.

2. Pantangan makan jantung pisang

sumber foto: ms.wikipedia.org/wiki/Jantung_pisang

Pantangan satu ini berisi larangan ngasih makan jantung pisang ke anak-anak. Katanya, si anak bisa tumbuh menjadi bodoh.

3. Pantangan bersiul di malam hari

sumber foto: id.wikihow.com/Bersiul

Pasti sering denger kan pantangan yang satu ini? Terlepas dari bener atau nggak nya, banyak lho yang takut untuk bersiul di malam hari atau di tempat angker! Soalnya kata nenek moyang kita, bersiul di malam hari bisa manggil setan!

4. Pantangan menggunting kuku di malam hari

Pantangan ini jika dilanggar dipercayai akan membuat umur orang menjadi singkat.

5. Pantangan anak kecil keluar di waktu Maghrib

Waktu Maghrib, sekitar jam setengah 6 – 7 malem, emang katanya jadi waktu paling rawan karena hantu dan kawan-kawannya dikabarkan mulai rajin berkeliaran di rentang waktu ini. Makanya anak kecil dilarang ke luar rumah karena nanti diculik Wewe Gombel.

6. Pantangan membuka/memakai payung di dalam ruangan

Kalau pantangan yang satu ini, jika dilanggar dipercaya bakal mendatangkan kesukaran dalam hidup. nggak cuma itu, kabarnya bisa mendatangkan makhluk ghaib juga!

7. Pantangan bangun tidur terlalu siang

sumber foto: id.wikihow.com/Mencegah-Kantuk-karena-Kurang-Tidur

Hayo ngaku siapa yang di sini kalau bangun tidur siang banget? Pasti pernah diomelin orang tua kan, katanya kalau bangun terlalu siang, rejekinya dipatok ayam, alias rejeki yang akan datang justru menjauh lagi.

8. Pantangan duduk di depan pintu

Katanya, kalau kamu masih remaja apalagi jomlo, duduk di depan pintu bikin susah dapet jodoh!

9. Pantangan menyapu

Siapa yang suka bantuin orang tua dengan bersih-bersih rumah? Pasti akrab dong ya dengan kegiatan satu ini. Pasti pernah denger juga kan, kalau nyapu itu harus bersih! Soalnya nanti jodohnya brewokan alias nggak ganteng kalau nyapunya nggak bersih. Padahal Adam Levine brewokan ganteng ya, Aladiners? Hihihi.

10. Kejatuhan cicak

sumber foto: inspirasipikiranku.blogspot.com

Hewan melata satu ini, dalam Islam menjadi salah satu hewan terkutuk hingga akhir zaman. Nggak heran kalau kejatuhan cicak yang sedang merayap di dinding atau langit-langit rumah, disebut pertanda kamu akan kena sial!

11. Pantangan berfoto dengan jumlah orang ganjil

Katanya, jangan pernah foto bertiga atau kelipatan ganjil lainnya. Soalnya, yang berada di tengah saat foto, dipercaya akan segera meninggal.

12. Pantangan memakai baju hijau/merah jika ke pantai

sumber foto: Nyirorokidul.com

Tau legenda Nyi Roro Kidul? Legenda itulah yang menjadi asal usul munculnya pantangan satu ini. Sampai sekarang banyak lho yang enggan menggunakan baju berwarna hijau/merah saat ke Pantai Selatan di Pulau Jawa. Cari aman aja lah, daripada hanyut terseret ombak, mending jangan pakai baju hijau/merah, ya!

13. Ucapkan “permisi” saat mau kencing di luar rumah

Biasanya cowok-cowok nih yang suka pipis sembarangan. Pantangan ini ditujukan untuk menghindari diikuti makhluk halus atau bahkan jatuh sakit. Dikhawatirkan tempat buang air kecil itu merupakan tempat "nongkrong" makhluk halus dan jika buang air kecil tanpa permisi akan membuat mereka marah.

Komentar